Di kancah Asia Tenggara, khususnya pada
ajang SEA GAMES, Indonesia juga memiliki pelari-pelari yang pernah dan
sedang merajai nomor 100 meter ini. Siapa saja pahlawan-pahlawan
Indonesia tersebut?
Christian Nenepath
Christian Nenepath adalah pelari Indonesia pertama yang meraih medali emas bagi Indonesia pada SEA Games 1985 di Bangkok dengan catatan waktu 10,54 detik. Sebenarnya pada masa itu, ada pelari Indonesia lainnya yang dijagokan untuk meraih juara yaitu Purnomo. Sayang, di partai final 100 meter ini Purnomo hanya puas dengan medali perunggu dengan catatan waktu 10,62 detik. Medali perak sendiri direbut oleh tuan rumah melalui atletnya Sumet Promma (10,54 detik). Raihan perunggu oleh Purnomo ini memang cukup mengherankan, pasalnya setahun sebelumnya Purnomo adalah satu-satunya pelari dari Asia yang berhasil menembus babak semifinal Olimpiade 1984 di Los Angeles, AS. Catatan waktu yang dicapainya bahkan lebih baik dari Allan Wells, juara lari 100 meter Olimpiade Moskow. Beruntung, Purnomo sendiri di SEA Games 1985 mampu meraih emas di nomor 200 meter.
Christian Nenepath adalah pelari Indonesia pertama yang meraih medali emas bagi Indonesia pada SEA Games 1985 di Bangkok dengan catatan waktu 10,54 detik. Sebenarnya pada masa itu, ada pelari Indonesia lainnya yang dijagokan untuk meraih juara yaitu Purnomo. Sayang, di partai final 100 meter ini Purnomo hanya puas dengan medali perunggu dengan catatan waktu 10,62 detik. Medali perak sendiri direbut oleh tuan rumah melalui atletnya Sumet Promma (10,54 detik). Raihan perunggu oleh Purnomo ini memang cukup mengherankan, pasalnya setahun sebelumnya Purnomo adalah satu-satunya pelari dari Asia yang berhasil menembus babak semifinal Olimpiade 1984 di Los Angeles, AS. Catatan waktu yang dicapainya bahkan lebih baik dari Allan Wells, juara lari 100 meter Olimpiade Moskow. Beruntung, Purnomo sendiri di SEA Games 1985 mampu meraih emas di nomor 200 meter.
Mardi Lestari
Sampai saat ini, Mardi Lestari masih menjadi satu-satunya pelari Indonesia yang mampu mencetak hattrick
dalam meraih emas di 3 SEA Games berturut-turut yaitu pada tahun 1989
(10,40 detik) di Kuala Lumpur, tahun 1991 (10,44 detik) di Manila dan
tahun 1993 (10, 46 detik) di Singapura. Pada masa jayanya Mardi Lestari
merupakan pemegang rekor nasional dengan catatan waktu 10,20 detik.
Rekor ini menumbangkan rekor sebelumnya 10,29 detik atas nama Purnomo
dan mampu bertahan 20 tahun sebelum dipecahkan oleh Suryo Agung Wibowo pada tahun 2009 dengan catatan 10,17 detik.
Suryo Agung Wibowo
Suryo Agung adalah peraih emas dan
pencatat rekor di dua SEA Games, yaitu tahun 2007 (Nakhon Ratchasima,
Thailand) dengan catatan 10,25 detik dan tahun 2009 (Vientiane, Laos)
dengan 10,17 detik. Di SEA GAmes 2007, ia juga meraih medali emas pada
nomor lari 200 m serta medali perak di nomor estafet 4 x 100 m bersama
dengan John Herman Muray, Asrul Akbar dan Taufik Rahmadi.
Franklin Ramses Burumi
Absennya Suryo Agung di SEA Games 2011 ini
memang cukup mengkhawatirkan bagi kontingen Indonesia. Beruntung, di
nomor 100 meter putra masih ada Franklin Ramses Burumi yang akhirnya
mampu menjadi pahlawan Indonesia setelah berhasil meraih emas dengan
catatan 10,37 detik. Atlet asal Serui, Papui ini berhasil mengungguli Yeo Foo Ee Gary (Singapura) dan Wachara Sondee (Thailand) di tempat kedua dan ketiga.
Carolina Rieuwpassa, Irene Joseph dan Serafi Anelies Unani
Berbeda dengan nomor 100 meter pria dimana Indonesia mampu mencetak hattrick
di tiga SEA Games terakhir, di nomor 100 meter putri hanya ada tiga
atlet kita yang mampu meraih emas nomor bergengsi ini di sepanjang
sejarah SEA Games. Mereka adalah Carolina Rieuwpassa di tahun 1977 (bersama dengan atlet Thailand Usanee Laopinkarn meraih emas dengan catatan 12,22 detik), Irene Joseph tahun 1999 dengan waktu 11,56 detik, dan Serafi Anelies Unani tahun 2011 ini (11, 69 detik).
0 komentar:
Posting Komentar